Menunggu

dia sembunyi di sudut-sudut gelap
dari tanganmu dari mataku, cengar-cengir menanti
sesaat… semasa… yang tepat
.
dalam tenangnya, dia buat kita gelisah
"Mungkin Tuhan lupa?"
.
saat dia terkikik geli, kita sedang gundah
"Mungkin masih jauh? Atau belum tercipta?"
.
sementara dia nikmati malam,
meniupi asap yang bergulung-gulung dari cangkir kopi,
kita bertanya-tanya, "Di mana dia?"
"Harus tunggu hingga petang kah?"
.

Leave a Reply